Ungu Lilax.
Suara guyuran air disertai senandung nyanyian lagu antah berantah Isabel terdengar dari kamar mandi. Kedua orang tuanya sedang duduk di dapur sore itu, bercakap tentang Elia Myron. Kamar mandi adalah tetangganya dapur, ada meja disana, ada kursi, dan sofa yang biasa dipakai untuk tidur-tidur kecil.
"Mak! kalau warna ungu lilax itu, warna apa?" anak lima tahun itu bertanya yang kini sudah berdiri tanpa sehelai benang menutupi badannya dengan rambut diikat. Itu salah satu contoh pertanyaan random di antara banyak sekali kerandoman lainnya.
"Ungu muda." jawab mamanya menahan tawa. Karena terakhir kalinya Isabel ditertawakan, dia menangis karena merasa dibully.
"oh.. iya ya.. ungu muda." lalu dia melanjutkan lagi mandi sambil bersenandung di kamar mandi.
Kenalan di Rumah Sakit.
Batuk dan pilek alasan kami mengantar kakanya Isabel; Aurelyn, ke rumah sakit. Kata orang-orang memang lagi musimnya. Di sana, di ruang tunggu anak itu, Isabel melihat ada anak kecil, gemoy, dan perempuan. Tampak dia juga ikut mengantar adiknya yang sedang sakit, terlihat kurus digendong mamanya, dan papanya lagi ketiduran di kursi tunggu dan sempat mengorok.
Isabel berjalan ke arah anak gemoy itu dan berhenti dekatnya. Dia memainkan tabnya dan curi-curi pandang ke anak gemoy itu. Seakan dapat sinyal, Isabel berjalan lebih dekat lagi. Dan terjadilah percakapan dengan anak gemoy itu. Begitulah cara Isabel mendapatkan kenalan baru dan dia senang melakukannya, itu bukan kali pertama terjadi.
Dulu juga pas kecil, umur 3 tahun. Isabel memasuki kumpulan ibu-ibu komplek dan juga ada anak kecil di kumpulan itu. Karena di depan rumah Isabel adalah tempat berkumpul (ngariung) RT. Sedikit demi sedikit Isabel mendekat, sampai akhirnya ada ibu-ibu yang nyapa "Isabel, sini maen.." begitulah cara Sabel bergabung dengan anak-anak komplek yang ada ibu-ibunya. Maklum, ibu Sabel bekerja jadi tidak bisa ikutan ngariung dengan ibu-ibu komplek lainnya.
Comments
Post a Comment